Kamis, 10 November 2016

ANGGAPAN SIAL MENIKAH DI BULAN SYAWWAL



Ada sebuah anggapan yang sudah terjadi sejak zaman arab kuno dan sebenarnya kebiasaan ini termasuk bid’ah, yaitu menjauhi pengadaan acara pernikahan di bualan syawwal. Karena bulan syawwal adalah termasuk bulan yang telah dikenal, yaitu nama bulan setelah bulan Ramadhan, dan merupakan awal bulan-bulan haji

Orang Arab menganggap bakal sial bila melangsungkan pernikahan pada bulan ini karena keyakinan mereka bahwa wanita akan menolak suaminya seperti penolakan onta betina yang mengangkat ekornya setelah dibuahi.

Begitu pula di Indonesia, berkeyakinan bahwa bulan syawwal itu bulan yang sedikit rejekinya  dan banyak hutangnya, termaktub dalam kitab Primbon Mujarobat (kitab pedoman orang Jawa). Ini merupakan pengada-adaan yang senarnya sama sekali tidak dibenarkan dalam Islam. Karena secara umum, merasa sial , termasuk thiyarah yang telah dilarang oleh 

Rasulullah SAW melalui sabdanya :
“ Tidak ada penyakit menular dan tidak ada pertanda sial ,” (HR. Bukhari, Muslim, dan hadits lain yang sangat tegas menjelaskan larangan thiyarah, karena termasuk syirik. Dari Sabda RAsulullah SAW :
“ Pertanda sial adalah syirik, pertanda sial adalah syirik (sebanyak tiga kali ).” ( HR. Abu Dawud)
Maka Rasulullah SAW membatal anggapan sial mereka dengan menikahi istri tercintanya,’AisyahRadhiyallahu ‘Anha pada bulan Syawwal
“Rasulullah SAW menikahiku pada bulan syawwal dan berkumpul denganku pada bulan Syawwal, maka siapa di antara istri-istri beliau yang lebih beruntung dariku ?” (HR.Muslim)


Oleh karenanyamenikahlah di bulan Syawwal karena akan mendapatkan keberkahan dan dua kebaikan yang pertama kebaikan sempurnanya setengah dari pada keislaman seseorang ketika telah menikah, dan kesunnahan karena mengikuti Nabi SAW.

Sumber : JodohIdaman.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar