Minggu, 31 Juli 2016

NIKAH AL-ISTIBDA’

Nikah al-Istibda’ , artinya , seseorang membawa istrinya kepada orang yang diinginkannya. Yaitu, orang tertentu dari kalangan pemimpin atau pembesar yang dikenal dengan keberanian dan kedermawanannya agar sang isteri melahirkan anak sepertinya. Al-Bukhari meriwayatkan juga dari ‘Aisyah RA, bahwa dia mengatakan : “Seorang pria berkata kepada isterinya ketika telah bersih dari haidhnya : “Pergilah kepada si fulan lalu mintalah tidur dengannya,” Kemudian suaminya menyingkirinya dan tidak menyentuhnya selamanya hingga Nampak kehamilannya dari pria yang diminta menidurinya. JIka kehamilannya dari pria telah Nampak, maka suaminya menyetubuhinya jika suka. Ia melakukan demikian hanyalah karena menginginkan kelahiran anak. Oleh karenanya, nikah ini disebut nikah al-Istibdha’.
            Sedikit kronologi pada masa itu, bahwa banyak orang biasa yang sangat ingin memiliki keturunan dari pembesar kaumnya, dan ia berbangga diri jika memiliki keturunan darinya. Dengan alasan itu banyak suami yang rela meyerahkan istrinya dan bahkan dengan senang hati kepada pembesar yang dia kagumi utk digauli sampai hamil.

            Terkadang begitulah setan, seorang suami sampai-sampai hilang rasa cemburunya dan bahkan meminta istrinya utk berzina kepada orang lain, dan ketika Islam dating, Islam merubah itu semua dan bahkan dalam sebuah hadits disebutkan, seorang suami tidak akan mendapatkan baunya surge jika tidak memiliki rasa cemburu kepada istrinya. Jika baunya saja tidak ia peroleh, lalu bagaimana dengan surganya ? Tentu lebih mustahil lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar