Jalan menuju surga teramat luas. Dalam hal ini wanita memiliki priporitas utama utk mendapatkan tiket ke surge dengan berbagai persyaratannya. Memang ada anggapan bahwa wanita racun dunia, mereka adalah wanita-wanita yang gemar menggelar aurat, bepergian ke tempat hiburan yang penuh kemaksiatan, bergaul secara bebas dengan orang-orang yang bukan muhrimnya, serta mengabaikan hak-hak suaminya dan hak-hak Tuhannya. Jika demikian halnya, maka pedihnya api neraka sudah menanti mereka.
Namun, tidak semua wanita seperti
itu. Wanita justru memiliki peluang yang sangat besar utk bisa masuk surge. Ini
membuktikan betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya, terutama
kaum wanita. Salah satu diantaranya dapat ditempuh dengan apa yang disebutkan
Rasullah dalam hadits berikut :
“Apabila
seorang wanita (isteri) itu telah melakukan shalat lima waktu, puasa bulan
Ramadhan, menjaga muru’ahnya dan mentaati perintah suaminya, maka ia akan
dijemput di akhirat (nanti) supaya masuk surge mengikuti pintu mana saja yang
ia suka” (HR. Ahmad, Ibnu Hibbah & Thabrani dan dinyatakan shahih oleh
Al-Albani dalam Shahihul Jami,” no. 660-661).
Dari hadits tersebut dijelaskan
bahwa Allah SWT telah member peluang
emas kepada setiap wanita yang beriman utk memasuki surge-NYa melalui 4 syarat
:
1.
Melakukan
Shalat Lima Waktu
Shalat merupakan
pembeda antara iman dan kufur , serta yang benar dan yang salah. Shalat
merupakan ibadah yang membersihkan jiwa seseorang yang mendirikan shalat .
2.
Puasa
di Bulan Rhamadan
Rasullulah
mengemukaan keistimewaan puasa ini melalui hadits yg diriwayatkan Abu HUrairah
:
“Setiap amalan
anak Adam itu digandakan satu kebaikan dengan sepuuh kali lipat hingga 700 kali
lipat. Firman Allah : “Kecuali puasa yang dikerjakan untuk-Ku, maka Aku-lah
yang membalasnya sendiri. Dia menahan syahwatnya dan meninggalkan makan karena
Aku.” Orang yg puasa itu memiliki dua kegembiraan, yaitu gembira ketika berbuka
dan ketika menemui Tuhannya kelak. Dan bau mulut orang yang berpuasa itu lebih
harum daripada bau minyak kesturi.” (HR. Muslim).
3.
Menjaga
muru’ah atau kehormatannya.
Senantiasa
menghiasi diri dengan akhlak atau sifat-sifat terpuji yang akan melindungi
dirinya dari kemurkaan Allah. Jika ia keluar rumah senantiasa menutup aurat,
menjaga perhiasan diri, tidak berlebih-lebihan dalam bersolek dan menggunakan
wewangian yang menimbulkan fitnah, menjaga pergaulannya, menjaga lidah, serta
selalu menjaga ketakwaannya kepada Allah.
4.
Berbakti
kepada Suami
Rasullulah
bersabda : “Sebaik-baik isteri adalah yang dapat menyenangkan hati suaminya
jika engkau (suami) melihatnya, dan jika disuruh maka ia menuruti perintahmu,
dan dia dapat menjaga kehormatan dirinya dan hartamu ketika engkau sedang tidak
ada di rumah.” (HR. Thabrani)
Keempat syarat di atas merupakan
perwujudan dari sosok seorang wanita atau isteri yang shalihah, hingga
Rasullulah bersabda : “ “Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan, dan
sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah,”(HR.Muslim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar