Kamis, 01 Desember 2016

Serumah Dengan Pasangan Cerai

Lazimnya setelah ada keputusan bercerai pasangan suami istri memutuskan untuk pisah rumah. Langkah ini ditempuh untuk menghindari perselisihan lebih lanjut. Kalau ada pasangan cerai yang masih tinggal serumah, ini merupakan hal unik yang perlu dipersiapkan secara baik dan benar.

Dampak Negatif
Dilihat dari sudut psikologis, pasangan cerai yang tetap tinggal serumah sama sekali tidak memberi manfaat. Bahkan bisa saja justru menyulut masalah yang lebih besar di antara mantan suami-istri. Meski ada komunikasi, namun biasanya lebih sebatas basa-basi.

Situasi dingin semacam itu akan semakin terasa bila perceraian terjadi akibat ketidakcocokan, percekcokan, dan perselisihan yang membuat mereka akhirnya bercerai. Tinggal serumah kemungkinan besar akan menyulut perang mulut dan adu argumentasi yang tiada akhir, bahkan bisa berujung kekerasan verbal maupun fisik. Kalau hal ini menjadi pemandangan sehari-hari jelas tidak baik untuk perkembangan sang anak. Anak jadi sulit belajar mengembangkan komunikasi yang nyaman dan penuh cinta. Bahkan sangat mungkin situasi yang tidak kondusif ini mendorong anak tumbuh ke arah negatif. Misalnya, ikut berkata dan bertindak kasar, kurang berempati, tidak percaya diri, dsb.

Langkah Terbaik
Pisah tumah setelah bercerai merupakan langkah terbaik untuk mengantisipasi munculnya maslah-masalah lainnya, dan tidak mustahil relasi antara mantan pasangan suami istri bisa jadi lebih baik dan akan timbul rasa hormat dan keinginan untuk saling memaafkan.
Dengan pisah rumah bisa untuk meredam emosi masing-masing, bukan tidak mungkin akan menyadari bahwa sebenarnya mereka masih saling sayang dan membutuhkan. Kesadaran ini akan menjadi dasar yang baik bila suatu saat ingin rujuk kembali.

Namun di sisi lain, terdapat beberapa faktor yang tidak memungkinkan untuk pisah rumah. Misalnya karena faktor ekonomi dimana salah satu pasangan tidak punya pilihan lain selain tetap hidup serumah dengan mantan pasangan, atau juga karena faktor anak yang tidak mau hidup terpisah dari kedua orang tuanya.

Tips Ideal Untuk Antisipasi Dampak Negatif yang muncul

 1. Tentukan beberapa hari atau beberapa minggu saja sesuai kesepakatan bersama, hal ini
     bertujuan memberikan kesempatan kepada anak agar lebih mudah menjalani masa-masa
     transisi proses perceraian kedua orang tuanya
 2. Buatlah kesepakatan untuk tidak tidur satu kamar, atau juga hal-hal lainnya terkait
     penyebab munculnya nafsu syahwat untuk menghindari perzinahan
 3. Buatlah kesepakatan untuk tidak bertengkar atau kontak fisik maupun verbal, terutama
     di depan anak-anak.
 4. Buatlah kesepakatan untuk tidak menghadirkan atau memperkenalkan calon pengganti
     pasangan di rumah untuk menghindari konflik yang lebih besar lagi.
 5. Jika hak pengasuhan anak jatuh ke tangan ibu, beritahukan pula kalau nanti sang anak
     serumah lagi dengan ayah. Jika sulit menjelaskan ke anak bila perlu minta bantuan
     psikolog .
 6. Persiapkan mental anak untuk menghadapi perubahan besar dalam hidup mereka.
     Berikan penjelasan sederhana kepada anak tentang apa yang terjadi.
 7. Orang tua perlu menyampaikan keputusan ini secara bersama-sama, dan mengatakan
     cerita yang sama. Anak perlu mendengar langsung dari kedua orang tuanya tanpa
     saling menjatuhkan atau menjelekan satu sama lainnya.
 8. Orang tua harus menekankan pada anak, bahwa  perpisahan ini bukan karena anak.
     Kadang kala anak berpikir orangtuanya berpisah karena kesalahan yang mereka lakukan
 9. Anak perlu mendengar dari kedua orang tuanya, bahwa kedua orang tuanya berpisah,
     namun tidak berpisah dari anak. Orang tua perlu meyakinkan , bahwa meskipun salah
     satu orang tua tidak bersama anak seperti seblumnya, namun ia akan tetap
     memperhatikan anak.
10.Sampaikan kepada anak bahwa kedua orang tua menyayanginya mereka, dan mereka
     akan tetap disayang. Berita perceraian membuat anak merasa sendirian dan takut.
     Ekspresikan kasih sayang dalam pelukan, belaian, dan ciuman untuk menghilangkan
     rasa takutnya anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar